Perusahaan Padat Karya di KITB Butuh 15 Ribu Karyawan Tahun 2024



DISKUSI BERSAMA: Suasana FGD di Aula Kantor Bupati Batang yang diikuti para pelajar dan mahasiswa


Perusahaan Padat Karya di KITB Butuh 15 Ribu Karyawan Tahun 2024


BATANG, Radar Semarang - Sejumlah perusahaan padat karya di Kawasan Industri Terpadu Batang membutuhkan banyak karyawan lulusan SMK tahun 2024 nanti. Pada tahun tersebut beberapa pabrik sudah mulai beroperasi. Hal itu disampaikan Direktur Of Institusional and Public Relation KIT Batang, M Fakhrur Rozi usai menjadi narasumber FGD di Aula Kantor Bupati Batang, Rabu (9/11).



“15 ribu tenaga kerja itu untuk beberapa industri padat karya di 2024. Rekrutmen yang terbesar di industri sepatu. Selebihnya ada KCC Glass, RKI (Rumah Keramik Indonesia) dan industri alat kesehatan,” ucapnya.



FGD tersebut diikuti oleh para pelajar tingkat menengah atas dan mahasiswa. Menurutnya, lulusan SMK akan banyak dibutuhkan untuk mengisi tenaga operator. Adapun beberapa industri modern yang menggunakan teknologi canggih banyak membutuhkan tenaga-tenaga muda. Terutama yang baru lulus dari perguran tinggi.

“Industri modern ini secara otomatis yang akan mendominasi tenaga kerja yang muda-muda atau fresh graduate,” katanya.


Melalui FGD tersebut disampaikan bahwa anak-anak muda Batang punya waktu untuk mempersiapkan diri. Baik itu yang berada di bangku sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Mereka dituntut untuk bisa menangkap peluang yang ada. Sehingga perusahaan-perusahaan di KITB banyak diisi warga Kabupaten Batang sendiri.

Selain itu, peluang usaha turunan KIT Batang juga terbuka bagi masyarakat. Hal ini dibutuhkan untuk mensupport industri selain tenaga kerja.

“Usaha turunan UMKM menjadi bagian yang akan kita kolaborasikan dengan kawan-kawan tenant yang ada di KIT Batang untuk mensupport industri,” tandasnya.





Sementara itu, Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih terus berusaha mempersiapkan SDM masyarakat. Hal ini dilakukan agar warga Batang tidak hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Berdasarkan prediksi, kebutuhan tenaga kerja di KITB mencapai ratusan ribu orang. Berbagai pelatihan kerja juga sudah dilakukan, bekerjasama dengan Kementerian Tenaga kerja maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Setelah para generasi muda tahu manfaat KIT Batang, mereka akan tahu peran adanya peluang kerja maupun usaha turunannya. Sehingga para pemuda Batang tidak akan menjadi penonton saja tapi ikut berperan aktif mengisi peluang tersebut,” ucapnya.


Sementara itu, Ketua DPRD Kabuoaten Batang Maulana Yusup menjelaskan, KIT Batang dengan luasan 4300 hektare akan mengalahan kawasan industri Cikarang dan Karawang. Sebagai tuan rumah, wajib hukumnya sebagai penerima manfaat adanya KIT Batang. Oleh karena itu, DPRD akan mendorong Disnaker yang mengatahui secara detail kebutuhan tenaga kerjanya.


“Kita dorong Disnaker maksimalkan anggran untuk pelatihan tenaga kerja. Sehingga calon tenaga kerja kita mampu bersaing mengisi kebutuhan di KIT Batang," tandasnya. (yan)


Sumber : RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG