Grand Batang City Berkesempatan Dalam Central Java Business Investment Forum 2022



SEMARANG, Investasi dalam dan luar negeri terus digenjot untuk mendongkrak perekonomian di Jawa Tengah di tengah dinamika geopolitik global. Berbagai kegiatan untuk menarik investasi terus digencarkan. Sedikitnya 20 calon investor dalam dan luar negeri berminat berinvestasi di Jateng.

Sejumlah upaya menarik investasi dilakukan berbagai pihak di Jateng. Pada Rabu-Kamis (9-10/11/2022), misalnya, Pemerintah Provinsi Jateng bersama Bank Indonesia menggelar Central Java Investment Business Forum (CJIBF). Dalam kegiatan itu, para calon investor dipertemukan dengan pengelola kawasan industri dan pemerintah kabupaten/kota di Jateng.

Mereka diajak berdiskusi terkait peluang investasi di Jateng. Para calon investor juga akan diajak tur berkeliling kawasan industri untuk melihat langsung fasilitas dan aneka kemudahan yang ditawarkan jika mereka berinvestasi di kawasan industri.

Pada penyelenggaraan hari pertama, 20 calon investor menyatakan minatnya berinvestasi di Jateng. Calon investor asing berasal dari Perancis, Australia, dan Singapura. Nilai investasi yang bakal ditanamkan jika terealisasi diperkirakan sekitar Rp 19,43 triliun.

”Kami mencoba mencari format menawarkan potensi investasi di Jateng, termasuk fasilitasnya apa saja dan tempatnya bagaimana. Hal itu akan berdampak pada serapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang baik,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di Kota Semarang, Rabu.

Salah satu tantangan yang harus dihadapi Jateng, menurut Ganjar, adalah menyiapkan tenaga kerja terampil. Hal itu akan dilakukan dengan menambah jumlah sekolah vokasi dan mengubah kurikulum sekolah vokasi sesuai kebutuhan dunia industri.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan menyampaikan bahwa, KITB memiliki luas lahan sekitar 4.300 hektar yang dibagi dalam tiga kluster. Kluster pertama seluas 3.100 hektar, kluster kedua 800 hektar, dan kluster ketiga 400 hektar. Pada kluster pertama, lahan seluas 450 hektar sudah terjual habis. Sepuluh investor dalam dan luar negeri telah menandatangani perjanjian penggunaan tanah industri pada lahan 450 hektar tersebut. Sepuluh perusahaan itu disebut siap beroperasi pada 2023-2024.

Kawasan Industri Terpadu Batang diproyeksikan menyerap sekitar 282.000 tenaga kerja hingga tahun 2031. Dalam jangka pendek, 20.533 pekerja akan terserap di KITB pada tahun 2023. ”Hal ini sejalan dengan amanah Presiden bahwa salah satu tujuan utama dibangunnya KITB adalah menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya,” ujar Ngurah pada kesempatannya dalam Panel Session “Central Java: Best Place to Invest in Indonesia” di kegiatan CJIBF ini.

Sumber : https://www.kompas.id/baca/nusantara/2022/11/09/sebanyak-20-investor-dalam-dan-luar-negeri-bakal-berinvestasi-di-jateng

oleh Kristi Dwi Utami